INDUSTRI PEMINTALAN BENANG Kelompok tersebut mencakup jual beli pemintalan serat menjadi untai, kecuali untai jahit. Termasuk kegiatan penteksturan, penyimpulan, pelipatan dan pencucian benang rajutan filamen buatan atau sintetis dan usaha benang kaitan dari bubur kayu. INDUSTRI PEMINTALAN BENANG JAHIT Kelompok ini mencomot usaha pembuatan benang jahit, baik dengan bahan patokan serat ataupun benang. INDUSTRI PERTENUNAN TEKSTIL INDUSTRI PERTENUNAN (BUKAN PERTENUNAN KARUNG GONI DAN KARUNG LAINNYA) Kelompok ini mencomot usaha pertenunan, baik yang dibuat dengan alat gedogan, alat tenun bukan mesin (ATBM), alat tenun mesin (ATM) bahkan alat tenun lainnya, kecuali industri kain tenun pengikat. Usaha pertenunan karung keranjang dan kembut lainnya dimasukkan dalam group 13995 atau 13996. INDUSTRI KAIN TENUN IKAT Kelompok ini mencomot usaha penggarapan kain tenun ikat serta usaha pemotifan benang beserta cara mengikat terlebih dulu.
Yoko Bearing 6820
JASA PENUNJANG ANGKUTAN LAINNYA YTDL Kelompok ini mencakup usaha pengiriman dan pengepakan barang di volume besar lainnya, kecuali yang tercakup dalam kelompok 52291 s. d. URAIAN KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA POS NASIONAL Kelompok ini mencaplok usaha jasa pelayanan pengiriman surat, surat pos, tiket pos, surat berkala, surat kabar, bungkusan mungil, paket tempat, wesel tempat dan giro pos, cantik dalam negeri mau pun luar teritori. Termasuk saja kegiatan yang berkaitan secara pencetakan, pemrosesan dan pengiriman surat-surat usaha, brosur & tagihan nun dikelola oleh Pos Nasional. UNIT PELAYANAN POS Kelompok ini mencomot usaha jasa pelayanan swasta yang menata kirim mensponsori surat, surat pos, slip pos, kira-kira cetakan, surat kabar, bungkusan imut, paket kedudukan, wesel pos dan giro pos, yang merupakan rodong usaha PT Pos distributor bearings Indonesia, seperti rumah pos, distributor pos serta agen tempat desa.

Pertanggungan tunjangan tarikh tua dan kebijakan asuransi jiwa, kearifan asuransi karena ketidakmampuan perkiraan dan kematian tidak berniat dan kearifan pemotongan asuransi (dengan / tanpa aspek tabungan yang besar). Misal Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan. ASURANSI NON JIWA ASURANSI NON JIWA KONVENSIONAL Kelompok ini mencomot usaha perasuransian yang spesial menanggung resiko atas kesialan, kehilangan rezeki benda/milik termasuk juga tanggung jawab hukum di dalam pihak ke-3 yang kiranya terjadi terhadap benda/milik tertanggung karena sebab-sebab tertentu dengan suatu nilai pertanggungan dengan besarnya duga ditentukan serta disetujui sambil kedua raka pihak yang dicantumkan di surat taklik. Ketentuan jasa asuransi selain asuransi relung hati, seperti tumbukan dan asuransi kebakaran, asuransi kesehatan, asuransi perjalanan, asuransi properti, asuransi transportasi, kendaraan bermotor, bahtera dan penerbangan dan asuransi pertanggungjawaban dan kehilangan per-ekonomian.
Dual Bearing Cog Wheel
PERDAGANGAN ECERAN KAKI LIMA DAN LOS PASAR ALAT FOTOGRAFI, ALAT OPTIK DAN PERLENGKAPANNYA Kelompok ini mencomot usaha perdagangan eceran pesawat fotografi, instrumen optik dan perlengkapannya dengan dilakukan di pinggir urut-urutan umum (kaki lima), beranda muka (emper) toko atau tempat uniform di pasar yang dapat dipindah-pindah atau didorong (los pasar), seperti kamera foto, alat potret sinematografi, proyektor sinematografi, mesin rekam talun, pesawat tindasan suara proyektor gambar, over head projector, aparat nur kilat fotografi, frame kodak[cak], camera bodies, perlengkapan proyektor gambar, & cassete film transfer, paras mata pengelas, teropong monokuler, teropong binokuler, kaca pembesar, kristal pengintip, strereoskop dan mikroskop. PERDAGANGAN ECERAN KAKI LIMA DAN LOS PASAR MESIN KANTOR Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran berbagai ulah mesin kantor, seperti komputer saku, mesin tulis, mesin hitung, cash register dan sejenisnya nun dilakukan pada pinggir jalan umum (kaki lima), beranda muka (emper) toko / tempat tetap di rekan yang bisa dipindah-pindah / didorong (los pasar).
Toko Bearing Bandung
Sebagai tempat dudukan bantalan aksis baling-baling (shaft propeller). Sebagai media pelumasan poros propeller. Dengan bearing, ST pula berfungsi sebagai penyekat tercipta kebocoran. Konstruksi ST mempunyai bentuk & pengaturan spesial untuk akomadasi ruang aksis baling-paling (shaft propeller), terletak antara ujung buritan kulit sampai ujung sekat kamar mesin. Berbentuk ramping terlintas ke ujung buritan serta poros baling-baling juga berpunya di tingkat/tempat yang tentu. Ujung menempel ST ditunjang oleh aft peak bulk head & ujung belakang dari ST ditunjang sambil rangka buritan kapal. Konstruksi Stern Tube, Bearing, Pelumasan dan Cooling. Berat total dari aksis baling-baling didalam ST diangkat atau ditunjang oleh bearing yang dikenal dengan ST bearing, sedangkan berat semuanya dari ST dan bearing ditunjang sama rangka bahtera diujung buritan. Ada dua ST bearing atas/bawah (lower/upper bearing) nun menunjang ST tadi, faedahnya adalah agar poros baling-baling (propeller shaft) berputar dengan baik (smooth rotation).
Siang saat ini kita akan membahas tentang Bearing. Nah kira sebagian orang-orang kata tersebut mungkin heran namun bagi seorang engineer kalian pastinya sering dong mendengar istilah Bearing. Pada kesempatan itu saya hendak mengupas tuntas apa ini Bearing serta Fungsi & macam macamya. Bearing / sering disebut Laher Merupakan sebuah butir mesin nun Berfungsi buat membatasi gerak relatif renggangan dua unsur atau lebih agar selamanya bergerak pantas arah nun diinginkan. Terdapat banyak spesies bearing nun bisa member ketahui. Penggunaan masing spesies ini pula biar berbeda lain sesuai kebutuhan elemen perangkat yang diinginkan. Plain bearing bushing sering disebut beserta istilah bushing. Bearing itu sering kita jumpai di komponen otomotif yaitu renggangan Crank Shaft dan connecting Rod dan terbuat dari benda Babbit. Sebuah bushing acap dikenal beserta kata bush.